Kamis, 02 November 2017

Stop Begadang!



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan". [Ar Rum: 23]


Meski sudah beberapa kali membaca soal bahaya begadang, namun saat membaca kembali bahaya begadang di sebuah situs kesehatan, membuat saya jadi bergidik ngeri. Betapa tidak, saya pribadi seringkali akhirnya kebablasan tidur larut karena berbagai alasan : dikejar deadline, kerjaan menumpuk, sekedar chit chat dengan teman atau bahkan kadang menonton kajian hingga larut. Padahal begadang rutin dan konsisten memberi andil memperburuk kesehatan, termasuk organ otak.



Jauh sebelum riset kedokteran moderen menjelas bahaya begadang bagi kesehatan, Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Maad menuturkan, setidaknya ada dua manfaat penting dari tidur :

1.  menenangkan dan mengistirahatkan tubuh, setelah beraktivitas, Sebagaimana firman Allah
      
      وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
      "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat".      [An Naba : 9]

2.   menyempurnakan proses pencernaan makanan dalam tubuh.  Saat tidur, panas alami badan meresap ke dalam tubuh hingga membantu mempercepat proses pencernaaan.


Sedangkan studi terbaru Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc. dari Pusat Medis University of Rochester Medical Center, menyebutkan bahwa sering begadang akan berpotensi menyebabkan seseorang terkena penyakit Alzheimer serta kelainan syaraf lainnya. Ini belum berbicara dampak buruk begadang pada organ tubuh lainnya.


Saat kita tertidur pulas di malam hari, organ otak akan mengoptimalkan kinerjanya membuang tumpukan racun serta sisa-sisa aktivitas syaraf yang menumpuk di otak selama beraktivitas seharian, sebab jika tak dibuang tumpukan racun serta sisa-sisa aktivitas syaraf itulah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer juga kelainan syaraf lainnya.

Ketika tertidur di malam hari, otak manusia akan menciut hingga 60% yang membuat cairan pada tulang belakang bisa mengalir dengan lancar. Cairan belakang otak inilah yang bertanggung jawab dalam membuang sampah serta racun yang terakumulasi di otak ke sistem peredaran darah serta hati untuk disaring. Dan, proses ini hanya bisa berjalan secara maksimal jika kita tertidur pulas pada malam hari.  Jadi, kalau sudah begini rasanya begadang memang sungguh tiada artinya.

Terkait soal penting menghargai waktu, dalam sebuah ceramah singkatnya Syaikh Nouman Ali Khan memberi nasehat,

“Perbaiki harimu. Tidurlah lebih cepat supaya bangun lebih cepat, sholat subuh tepat waktu, sholatlah dengan niat yang baik. Jangan sia-siakan waktumu, jangan berlama-lama di depan komputer, jangan tidur terlalu malam, sekalipun untuk menonton kajian-kajian agama...”

Dalam Masalah Tidur, kebiasaan tidur Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang waktu tidur adalah teladan terbaik. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan prinsip pertengahan : tidur tidak melampau batas yang dibutuhkan tubuh dan juga tak menahan diri beristirahat sesuai kebutuhan, sesuai dengan fitrah manusia. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa tidur pada awal malam dan bangun pada pertengahan malam.


Sungguh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan teladan sempurna pada kita, bagaiamana meraih hidup untuk meraih ridha Allah dalam setiap detik hidup kita, bahkan dalam masalah tidur sekalipun. Sungguh sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam []




Referensi :

4.        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar