Sabtu, 04 November 2017

ASTRA DAN RESTORASI PELAYANAN KESEHATAN di KOTA MAKASSAR



Om, Saya Mau Berobat Om


Sumber :
https://pixabay.com/en/ambulance-medical-medicine-health-1674877/

“Om... Om, ini saya mau berobat Om...!” panggil seorang ibu belia yang sedang menggendong anak batitanya di depan saya, pada seorang penjaga lokeat di sebuah Puskesmas. 

Mendengar dirinya dipanggil Om, bapak setengah baya penjaga loket yang sedang asyik menulis—entah apa yang ditulisnya, mengangkat wajahnya.  Namun, bukannya segera melayani ibu muda yang nampaknya sedang gusar itu, bapak itu malah memarahinya,

“Om...? Sejak kapan saya jadi Om kamu? Kamu ini belajar sedikit sopan santun lah. Kalau di tempat seperti ini, kamu itu harusnya panggil orang Pak. Ini kantor bukan rumahmu...!”




Saya yang sedang antri di belakang ibu muda tadi, cukup kaget mendengar omelan Bapak penjaga loket yang tidak terima dipanggil ‘om’ oleh si ibu muda itu.

“Maaf Om...eh Pak..., saya mau daftar berobat. Anak saya panasnya tinggi sejak semalam...” ucap si ibu muda itu gagap. Mukanya terlihat ketakutan dan cemas. 


Bapak itu kemudian mengambil kartu berobat dari tangan ibu muda tadi, sembari masih memberikan ceramah bahwa, di tempat-tempat semisal PUSKESMAS itu, adalah tempat sakral. Ia harus belajar mengatur caranya bertutur kata, karena itu adalah sebuah bentuk penghargaan.

Sungguh, saya tak bisa berkata apa-apa mendengar kata-kata Bapak itu. Mungkin ia tak salah karena tidak terima dipanggil om. Namun, seyogianya ia tak perlu mengomel sedemikian rupa. Apalagi si ibu muda itu, terlihat begitu cemas, mungkin karena anaknya yang sedang sakit. Ibu-ibu mana sih yang tak galau bila anaknya sedang terkulai lemas dalam gendongannya karena sakit?

Sumber :
https://pixabay.com/en/diagnostics-stethoscope-doctor-161140/


Apakah keseleo lidah si ibu muda itu membuat si bapak penjaga loket itu harus kehilangan senyum saat melayani pasien? Haruskah rasa kepedulian pada si ibu muda, yang barangkali baru belajar jadi ibu dan anaknya sedang sakit itu menguap tanpa bekas hanya karena kita ingin dipanggil ‘pak’, karena dianggap itu sebagai bentuk penghargaan?

Kejadian itu berlangsung beberapa tahun lalu, namun begitu membekas diingatan saya. Beberapa orang yang saya ceritakan kejadiaan itu akan tertawa geli mendengarnya. Ya, sekilas memang terdengar lucu, tetapi reaksi penjaga loket itu sangatlah berlebihan dan tidak pada tempatnya. Alih-alih berempati pada ibu yang anaknya sedang sakit, ia malah galau dengan rasa hormat yang harus diberikan padanya. Padahal ia berada di posisi yang cukup strategis. Ia bertugas melayani khayak banyak, dengan bermacam karakter, budaya juga latar belakang pendidikan.

Sumber :
https://pixabay.com/en/heart-care-medical-care-heart-1040229/


Saya termasuk salah satu pengguna layanan kesehatan aktif di kota Makassar, baik PUSKESMAS, Rumah Sakit atau dokter praktek sejak masih kecil, karena sering menderita sakit—termasuk sakit gigi. Terkadang, memang cukup bikin gemes menghadapi petugas-petugas yang bertugas melayani orang banyak tetapi tidak menyadari posisinya itu. 

Contoh paling mudah, adalah saat mendaftar di loket PUSKESMAS seperti yang saya ceritakan di atas. Baru-baru ini, saya mengunjungi PUSKESMAS karena harus memeriksakan kesehatan. Setelah saya menaruh kartu BPJS saya di keranjang yang disediakan, tak lama kemudian nama saya dipanggil.

Petugas itu baru saja menanyakan apa keperluan saya, seorang kawannya di loket mengajaknya ngobrol, dan sempat-sempatnya meraka terlibat obrolan seolah-olah tak ada orang yang harus dilayaninya. Akh, saya hanya bisa geleng-geleng kepala.





Hak Untuk Sehat adalah Hak Asasi Setiap Individu


Sumber :
https://pixabay.com/en/foot-preemie-child-newborn-1689784/
Memberikan pelayanan kesehatan prima pada masyarakat, sudah seyogianya menjadi perhatian penting pemerintah. Sebab, kesehatan merupakan hak asasi setiap manusia. Hak yang melekat sejak ia lahir. Bukan hak yang diberikan oleh negara atau orang lain. Hak asasi tak bisa begitu saja diambil atau dicabut siapapun.

Sebagaimana yang tertuang dalam Deklarasi Hak Asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tanggal 10 November 1948, dinyatakan bahwa setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Demikian pula dalam Konvensi Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya yang ditetapkan PBB pada tahun 1966, juga memberikan pengakuan yang berkenaan hak setiap manusia, untuk menikmati standar tertinggi yang bisa dicapai dalam bidang kesehatan, baik fisik maupun mental.

Dalam rangka menghormati dan memberikan hak-hak asasi setiap manusia khususnya di bidang kesehatan, aspek kesehatan harus menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan. Harus ada sarana pelayanan kesehatan yang baik dan berorienstasi pada pelayanan maksimal. Pelayanan kesehatan harus bisa diakses siapapun tanpa memandang strata sosial. Intinya setiap warga negara berhak mendapatkan pemenuhan haknya untuk sehat. Sehat badan dan jiwanya, sehingga ia bisa menjadi individu yang produktif dan berkontribusi positif dan aktif untuk negaranya.


sumber :
http://makassar.tribunnews.com/2016/11/24/hary-budiarto-puji-home-care-pemkot-makassar

Nah, di kota Makassar sendiri, sarana di bidang kesehatan sudah semakin ditingkatkan. Rumah sakit pemerintah sudah mulai berbenah dan melakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik. Pelayanannya pun mulai berbenah, yah walau masih ada kekurangan sana sini, kita tak bisa menutup mata begitu saja bahwa wajah bidang kesehatan di kota ini sudah mulai bermetamorfosis.

Salah satu yang patut diapresiasi adalah pelayanan kesehatan gratis ke rumah dengan mobil selama 24 jam bernama Home Care :  Dottoro' ta. Saat saya mengikuti workshop, seorang dokter menjelaskan mobil Dottoro’ ta ini disediakan  untuk layanan kesehatan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan, tanpa pakai antre di rumah sakit atau PUSKESMAS. 
Wow! Terdengar amazing, meski begitu dalam hati saya berdo’a semoga tak pernah memakai fasilitas ini.

Inovasi Danny Poemanto selaku walikota Makassar di bidang kesehatan inilah, yang membuatnya menuai apresiasi dari para peserta pameran dan simposium Pela Publik Jawa Timur 2017 di Gelora Joko Samudro, Gresik Mei lalu.


ASTRA dan Makassar Lebih Sehat



Sumber :
Sumber: Laporan Tahunan Astra 2016 (file PDF)

Dari data BPS tahun 2016,  kota Makassar berpenduduk 1.469.601. Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, tentunya dibutuhkan peningkatan kualitas pelayanan di bidang kesehatan  yang juga harus terus ditingkatkan.

Saat ini, dalam upaya pemenuhan hak asasi akan kesehatan setiap orang, khususnya warga Makassar, Pemerintah Makassar meluncurkan berbagai program  untuk mendungkung agar warga kota ini bisa lebih sehat dan produktif. Seperti adanya Program Lorong Sehat yang bertujuan memberdayakan masyarakat Makassar, program home care Dottorota berbasis telemedicine yang telah saya tuliskan di atas dan berbagai program lainnya.

Sumber :
http://www.aktual.com/wp-content/uploads/2016/08/asuransi-astra_01.jpg
Kabar baiknya, Pemerintah Makassar tak sendirian  dalam usahanya untuk bertumbuh dan menghadirkan pelayanan yang unggul dalam bidang kesehatan. Ada PT. Astra International, Tbk yang telah memasuki usia 60 tahun, juga kian menumbuhkan kepedulian sosialnya kepada masyarakat.

PT. Astra International, Tbk? Serius? Bukannya PT. Astra International, Tbk itu adalah perusahaan bisnis?

Nah, jadi ASTRA tidak sekedar fokus pada pertumbuhan bisnisnya yang berorientasi profit semata. Tetapi, Astra juga merupakan grup perusahaan yang CSR (Corporate Social Responsibility)-nya begitu care pada bidang kesehatan di Indonesia. Sejak berdiri lebih 60 tahun lalu, Astra selalu berupaya berbagai inspirasi dalam berbagai aspek pembangun di negeri ini, melalui 4 pilar utama, yaitu: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Inilah visi pendiri ASTRA hingga tahun 2020.

So, apa saja sih inovasi ASTRA dalam bidang kesehatan dalam upaya ASTRA untuk Indonesia Sehat, ini ?


Kampung Berseri (Bersih, Sehat, Cerdas & Produktif) ASTRA



sumber :
http://www.mugniar.com/2017/10/
menakar-dan-menitip-asa-tentang-layanan-publik-
di-puskesmas.html

Berlokasi di kelurahan Rappocini, Kampung Berseri ASTRA ini pembinaannya berfokus pada 4        Pilar Utama yakni Lingkungan (Bersih), Kesehatan (Sehat), Pendidikan (Cerdas). Tapi bukan hanya 
di Makassar, saat ini Astra telah membina 49 KBA di 17 Provinsi di seluruh Indonesia.


Wah, kepengen rasanya lingkungan tempat tinggal saya, jadi Kampung Berseri-nya ASTRA. dengar dari kawan lorong-lorong di sekita rumahnya jadi tertata bersih dan rapi karena program ini. 
Kapan yah ? 

Peta KBA, di pulau Sulawesi hanya ada 2. Sumber : Foto: dari Laporan Keberlanjutan Astra 2016


MOKESA (Mobil Kesehatan Astra)

sumber :
https://auto2000image.blob.core.windows.net/
auto2000blob/wp-content/uploads/2014/12/CIMG1125.jpg

Ini mirip dengan program home care Dottoro’ta. MOKESA sendiri saat ini telah memberikan layanan pemeriksaan dasar, pemeriksaan darah dan pemeriksaan gigi bagi siswa PAUD, secara gratis di  wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).  
Kini Mokesa direplikasi oleh Astra Honda Motor, PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation, United Tractors, Isuzu Astra Motor Indonesia dan Astra Daihatsu Motor. Pada tahun 2013, jumlah masyarakat yang dilayani Mokesa mencapai 8.688 pasien dan pemeriksaan gigi bagi 703 siswa PAUD.
Semoga ke depannya, MOKESA bisa melayani lebih luas lagi, ke berbagai wilayah Indonesia, khususnya ke wilayah-wilayah yang masih kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.


1.       Posyandu ( Pos Pelayanan Terpadu)

      

Sumber :
http://www.aktual.com/wp-content/uploads/2016/08/asuransi-astra_02.jpg

Astra menghadirkan Posyandu binaan yang berbasis IT. Tujuannya untuk memudahkan bila ingin mengetahui keadaan status gizi anak dari hasil pemeriksaan di posyandu, cukup dengan input ke software. Astra sendiri telah melakukan pembinaan sebanyak 1.577 posyandu, di seluruh Indonesia. Angka yang cukup fantastis, dan kita berharap semoga semakin banyak POSYANDU berbasis IT yang ‘dilahirkan’ oleh ASTRA.


1.      Generasi Sehat Indonesia  


sumber :
http://scontent.cdninstagram.com/t51.2885-15/
s480x480/e15/10727811_734901099912047_125698679_n.jpg?
ig_cache_key=ODI4MjgwMTg3MjU4NjA0MDk3.2

Lewat sosial media, ASTRA pun berbagi inspirasi dalam bidang kesehatan. Dengan tagar #generAKSISEHATIndonesia, ASTRA mengajak netizen ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. 
Satu foto atau video yang diposting di sosial media, akan akan dikonversikan menjadi 1 buah kacamata untuk anak Indonesia.
Untuk kegiatan ini Generasi Sehat Indonesia ini, dalam waktu dekat ASTRA akan membagikan 6000 kacamata ke seluruh nusantara. Khusus di Sulawesi Selatan, mendapat jatah 600 kacamata.


2.      PosKesKel (Pos Kesehatan Kelurahan)

sumber :
http://cdn2.tstatic.net/makassar/foto/bank/images/makassar_20170826_164824.jpg


Di kelurahan Rappocini, ada sebuah gedung milik masyarakat yang ‘disulap’ oleh Astra Grup, menjadi sebuah PosKesKel atau Pos Kesehatan Kelurahan.  Di Poskeskel ini bisa menjadi pelayanan untuk pengobatan awal sebelum berobat lebih lanjut ke  ke rumah sakit atau puskesmas.  Dengan lokasi yang sangat strategis, PosKesKel sangat mudah dijangkau warga Rappocini dan sekitarnya. Di PosKesKel ini, program CSR ASTRA fokus pada kesehatan ibu dan anak serta lapisan masyarakat pra-sejahtera. Semoga PosKesKel ini  bisa segera hadir kelurahan kota lainnya di Makassar.

Sepak terjang ASTRA mendukung dan menjadi bagian dalam bidang kesehatan perlu dirawat dan didukung semua pihak. Cukup menggembirakan bahwa ASTRA mau ikut membangun berbagai fasilitas pendukung, semua demi layanan kesehatan, agar lebih mudah diakses masyarakat dan bisa menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat.

Namun, tak cukup membangun fasilitas ke depannya, semoga ASTRA juga bisa ikut ambil bagian memberikan pelatihan kepada tenaga-tenaga kesehatan, terutama bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik dan prima pada masyarakat pengguna fasilitas kesehatan, sebagai pemenuhan kebutuhan salah satu hak asasinya.




Tulisan ini diikutkan Lomba Blog Inspirasi 60 Tahun Astra







Sumber Referensi :
  1. http://www.antaranews.com/berita/287778/mewujudkan-hak-asasi-manusia-di-bidang-kesehatan
  2. https://www.astra.co.id/CSR/Sustainability-Report
  3. http://makassar.tribunnews.com/2017/08/26/astra-motor-makassar-aktifkan-pos-kesehatan-di-kelurahan-ini
  4. http://sulselekspres.com/2017/10/10/indira-diskusi-program-kesehatan-kota-makassar/
  5. http://satuindonesia.azurewebsites.net/kesehatan.php
  6. http://www.aktual.com/rayakan-60-tahun-asuransi-astra-gelar-csr-peduli-posyandu/


13 komentar:

  1. Kepedulian Astra di bidang pelayanan kesehatan harus dibarengi dengan dukungan semua pihak. Semoga makin banyak membantu Masyarakat Indonesia :)

    BalasHapus
  2. Luar biasa sepak terjang Astra ya... semoga makin byk lagi wilayah di sulsel yg menjadi binaannya. Mautami BBC jdi binaan Astra 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih mau juga heheehe... biar BBC san daerah binaan-binaan lainnya makin sehat deh :)

      Hapus
  3. Semoga dengan adanya program-program yang luar biasa ini dapat meningktakan kesehatan di kota makassar

    BalasHapus
  4. Semoga kampung binaan Astra makin banyak supaya masyarakat2 kita benar2 terbina menuju makassar yg lebih sehat lagi

    www.ayuindah.com

    BalasHapus
  5. Mantap, Astra makin terdepan aja. Makassar juga. Semoga dua-duanya semakin maju. Kereeenlah. Hehe

    BalasHapus
  6. Semoga tidak bertemu dengan pelayan kesehatan yang judes kayak gitu. Hiks

    BalasHapus
  7. Pernah ngikutin aktifitas #generAKSISEHATIndonesia, emang keren2.. saluuut

    BalasHapus
  8. Selalu salut dengan kepedulian Astra. Program-program CSRnya benar-benar total.

    BalasHapus
  9. Mudah2an daerah jalan Kangkung jadi KBA juga supaya Pasar Terong di dekat situ tertata lebih bagus lagi

    BalasHapus
  10. senang sekali melihat besarnya kepedulian Astra terhadap kesehatan masyarakat Indonesia..

    BalasHapus
  11. Tinggal menunggu dukungan semua pihak, khususnya warga makassar agar kegiatan seperti yang dilakukan astra tidak sia-sia.

    BalasHapus