Rabu, 13 September 2017

"Danny Pomanto” Membawa Makassar Semakin Mendunia Melalui F8

Perhelatan Makassar International Eigth Forum and Festival 2017 (F8), baru saja usai Minggu 10 September 2017 kemarin. Meski begitu, kenangannya tak bisa dilupakan begitu saja. 

Lima hari pelaksanaan F8, rasa-rasanya tak cukup untuk memuaskan masyarakat Makassar pada khususnya, dan penjunjung dari daerah lain pada umumnya.



Foto  kemegahan panggung F8, | Foto :  Drone
milik kecamatan Wajo

Bagaimana tidak, melalui F8,  Makassar di bawah kepemimpinan Mohammad Ramdhan Pomanto, bisa  tonji menyelenggarakan festival Internasional,

“Kita telah menorehkan sejarah” ungkap Wali kota Makassar, yang memiliki banyak gebrakan dan ide ini. 


    


 F8 Dibanjiri Pengunjung dan Mencatat Transaksi Fantastis

Kemegahan panggung utama F8 | Foto : Umma Azura
Kerja keras panitia selama berbulan-bulan, terbayar lunas dengan hasil F8 yang sangat memuaskan.  

Setiap hari, selama lima hari pelaksanaan F8, ada ratusan ribu orang yang ‘menyemut’ memadati Anjungan Pantai Losari Makassar, yang menjadi lokasi pelaksanaan F8.

Dan, bukan tidak masuk akal angka ratusan ribu setiap hari itu. Sebab, saya yang beberapa kali mengunjungi lokasi F8, melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana antusiasnya warga Makassar mengunjungi F8.


Kita harus rela berdesak-desakan, saking padatnya manusia. Terutama saat pembukaan dan hari keempat yang bertepatan dengan malam minggu.





Bahkan, pada hari pertama, saya harus memarkir kendaraan saya, di sebuah apotik yang berada di jalan Sultan Hasanuddin, lalu menempuh beberapa kilometer untuk sampai di lokasi F8 dengan berjalan kaki.  Luar biasa acara ini, pikirku sambil terus berjalan menuju lokasi.

Ramainya pengunjung pada malam penutupan | Foto : Unar
Karena penasaran, saya lalu mencoba mencari tahu berapa sih besaran angka pengunjung F8 setiap harinya?
Alhamdulillah saya menemukan datanya di Radar Makassar. Adapun data lengkap pengunjung yan dicatat panitia selama 5 hari pelaksanaan F8 sebagai berikut :
  • ·         Hari pertama  : 312.567
  •       Hari kedua       : 144.008
  • ·         Hari ketiga       : 165.069
  • ·         Hari keempat  : 416.967
  • ·         Hari kelima     : 247.987

Dengan total keseluruhan 1.286.598 orang. Wow, sungguh, ini angka yang fantastis!


Pisang Epe, salah satu jenis jajanan khas Makassar yang bisa dicicipi di F8
|Foto : Umma Azura

Keberhasilan Makassar International Eigth Forum and Festival 2017, bukan hanya dari segi pungunjungnya saja. Nilai transaksi yang dibukukan pun tak kalah bombastisnya. Adapun, perincian transaksi hari pertama hingga hari kelima yang saya kutip dari harian Radar Makassar, sebagai berikut :
  • ·         Hari pertama      :     984.950.000
  • ·         Hari kedua          : 1.243.675.000
  • ·         Hari ketiga          : 1.697.321.000
  • ·         Hari keempat       : 2.176.896.000
  • ·         Hari kelima         : 1.569.435.700

Total pencapaian transaksi selama lima hari pelaksanaan F8, mencapai Rp. 7.672,277.700


Ini, tentu saja angka yang tak main-main. Angka yang melambangkan harapan masyarakat Makassar, yang sangat antusias dengan laju perkembangan kota Anging Mammiri sejak dipimpin Danny Poemanto. Bayangkan, 7 milyar lebih hanya dalam waktu 5 hari.  


Anak-anak SD juga antusias dengan F8 
|Foto : Umma Azura

Bagaimana jika pelaksaan F8 sebulan yah? :)
 Sekedar membayangkannya saja, saya sudah tak sanggup menghitunganya. 














F8 dan Gairah Industri Kreatif Makassar
Salah Satu Booth, Fine Arts | Foto : Umma Azura

F8, merupakan salah satu gebrakan Danny Pomanto yang  terbilang cerdas dan sukses.

Makassar bisa berbangga dengan adanya F8 ini. Inilah salah satu ajang spektakuler. Bagaimana tidak spektakuler, F8 diikuti 35 negara, amazing!

Negara-negara tersebut berpartisipasi di booth pameran, mengirimkan performance artis, mengirimkan perwakilan kota, mengirimkan perwakilan diplomat atau staf kedutaan. Dan, yang tak kalah pentingnya, perjanjian kerjasama yang berhasil dijalin Makassar dengan berbagai negara, serta kota-kota lain di Indonesia.


Terlihat cantik bukan? || Foto : Umma Azura
Panitia mencatat, selama lima hari pelaksanaan F8, lebih satu juga orang datang menyaksikan berbagai acara yang disajikan di F8. 

Ada atraksi menegangkan pesawat Jupiter dan Sukhoi, pentas budaya, kemeriahan pesta kembang api, fashion show yang menampilkan karya puluhan designer ternama, penampilan artis di panggung F8, film-film keren karya sineas Makassar, food, flora & fauna dan masih banyak lagi. 







“Semua ini akan dikenang, tahun depan kita bikin lagi dua kali lebih baik!” janji Danny dengan penuh antusias, dalam closing speech-nya, Sabtu 10 September, pada malam penutupan F8.

 

Dua dari beberapa judul film yang diputar di F8, 
| Foto : Umma Azura



Kita harus mengapresiasi kerjasama yang terjalin begitu kompak, dari semua yang terlibat di F8. Ratusan penjaga stand pameran F8 yang tak kenal lelah.


Mereka berupaya keras memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan para pengunjung, hingga menyiapkan makan dan minum untuk pengunjung yang terus berdatangan.




Layoutnya lengkap banget | Foto : Umma Azura

Keberhasilan ajang F8, tentu saja tak bisa dilepaskan dari peran serta berbagai pihak yang ikut terlibat. 

Tanpa lelah, mereka terus memberikan yang terbaik agar ajang F8 memuaskan pengunjung, dan memberikan citra yang baik untuk kota Makassar. 

Delapan orang kurator juga bekerja dengan sangat cemerlang. Hingga F8 kali ini sangat layak jadi ajang branding kota Makassar. Sekaligus memenuhi syarat sebagai festival internasional. 

Ini terbukti dengan kehadiran tamu perwakilan dan atlet dari 35 negara. Semua berkumpul dan menjadi saksi kemegahan Makassar International Eigth Forum and Festival 2017.  Tentu bukan hal yang mudah, mengumpulkan begitu banyak duta besar dan perwakilan negara, jika F8 bukan ajang yang bergengsi dan bertaraf internasional.  


F8 juga mendapatkan apresiasi yang sangat baik, dari Menteri Pariwisata Arief Yahya.  Menurut Arif Yahya, industri kreatif di kota ini, bernilai sangat komersial dan sangat kreatif tanpa meninggalkan unsur budaya. Kearifan lokal Makassar tetap berjalan seiring dengan nilai komersial yang ditawarkan. 


Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf juga memberikan pujiannya pada industri kreatif di kota Daeng. Faktanya, Makassar adalah pemimpin pertumbuhan dalam industri kreatif di dunia saat ini. Dan, inilah mengapa Makassar mendapatkan pujian langsung dari presiden.


F8, Manfaat Untuk Pelaku Kreatif dan Masyarakat Makassar

Lampion-Lampion Cantik ini,dibuat dari gelas plastik bekas loh 
| Foto : Umma Azura

Lima hari pelaksanaan F8, memberikan imbas yang tak sedikit bagi masyarakat sekitar. F8 kali ini membuat transaksi yang sangat besar dan perputaran uang yang tak sedikit di Makassar.


Hunian hotel dan pengunjung restorant meningkat. Bahkan pendapatan PKL juga melonjak sangat tajam.


F8 kali ini pun, dua kali lebih meriah dari tahun sebelumnya.



Fakta inilah yang membuat beberapa pihak optimis, bukan hal yang mustahil Makassar akan menjadi salah satu kota yang diperhitungkan dalam bidang pariwisata. F8 juga membuat warganya jadi produktif. Membuka wawasan dan gagasan warga Makassar, kira-kira ke depannya kita ngapaian yah?


Kemeriahan F8 | Foto : Ary Photo
Tentu, kita tak mau Makassarta’ mundur lagi. Justru kita berharap F8 akan menjadi salah satu upaya menjadikan kota Makassar, dua kali tambah baik.

Danny Pomanto, bahkan mengakui rekor yang dicatat F8 tahun ini melebihi ekspektasinya. Awalnya, ia hanya menargetkan 1 juta pengunjung. Namun ternyata lebih dari yang diharapkan. Demikian pula nilai transaksi yang berhasil dicapai.


Meski telah membuat Makassar jadi bahan perbincangan di mata dunia melalui F8, Danny Pomanto tetap meminta maaf saat menyampaikan closing speach-nya Sabtu malam, saat menutup dengan resmi ajang F8,

Closing Speech Danny Poemanto | Foto : Umma Azura
“Izinkan saya menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat atas kemacetan yang ditimbulkan (oleh pelaksanaan F8)” ucap Pak Danny di hadapan para tamu undangan dan juga ribuan masyarakat yang ‘tumpah’ Anjungan City of Makassar.


F8, Ramai Boleh Kotor Jangan

Pak Danny, duet dengan Ari Lasso? Keren banget | Foto :: Unar
F8 mengubah imej Makassar dari kota yang dicap suka demo,  menjadi kota yang terkenal dengan festivalnya

Jumlah tenant saja tidak main-main.
Sepanjang pelataran Anjungan Metro Pantai Losari, mencari 226, terdiri dari : 133 booth kuliner (food), 30 fashion, 8 kedutaan untuk negara-negara asing, 15 tenant kota/kabupaten se-Indonesia, 20 tenant sponsorship dan 20 khusus kepanitiaan.


Tidaklah berlebihan kiranya, jika disebut F8 yang terdiri dari : Fashion, Food&Fruit, Fiction Writing, Fine Arts, Folks, Flora&Fauna, Film, Fusion Music, telah membawa manfaat bagi semua pelaku kreatif dan masyarakat Makassar.
Bahkan, diprediksi angka kesejahteraan Makassar akan melonjak dengan adanya event ini. Maka, sudah sepatutnya kegiatan seperti ini bisa ditiru daerah-daerah lain.


Rasanya, takkan cukup kata yang bisa saya tuliskan untuk menggambarkan kegiatan Makassar International Eigth Forum and Festival 2017 (F8) ini. Yang pasti, saya sebagai masyarakat Makassar cukup bangga, Makassarku bisa tonji. Ini harus diteruskan, bahkan  ke depannya dua kali lebih baik.


Sebelum menutup tulisan ini, ada satu hal yang tak boleh dilupakan, yaitu petugas kebersihan, yang selalu bersemangat membuat lokasi pelaksanaan F8  bersih. 

Sungguh, kerja keras merekalah yang membuat area F8 senantiasa bebas sampah.  Meski ratusan ribu pengunjung tak henti-hentinya memadati area F8. 

Ini sangat patut diapresiasi. Tak heran, dengan semangat itulah Makassar meraih piala Adipura untuk ketiga kalinya.


Sampai Jumpa di F8 2018![]

6 komentar:

  1. Sebuah pembuktian lagi dari Bapak Walikota yang selalu inovatif ide-idenya ��

    BalasHapus
  2. Makassar ta' tidak boleh mundur lagi. Setuju.

    BalasHapus
  3. Betul kak petugas kebersihannyaa patut diacungkan jempol. Hari ke 4 sy dtg bertepatan malming dan banyak2 nya org. Tidak ada sy lihat sampah berserakan. :D

    BalasHapus
  4. Kota dunia tojeng kak, keren nya bukan main mi,. luarbiasa event begini. kota lain mau buat tp gak bakal bisa sama hehe

    BalasHapus
  5. Berharap event2 di kota Makassar bisa belajar dri event Makassar F8 yang kreatif dan inovatif kek gini.

    BalasHapus