Minggu, 12 Februari 2017

Saya Bahagia Setiap Melihat Tanganku Yang Berwarna Kuning

Februari ini, terhitung bulan ketiga saya mengkonsumsi ramuan air perasan kunyit parut. 

Alhamdulillah, so far perut saya sudah jauh lebih baik. Bulan Januari kemarin, saya hanya kena serangan sekali selama dua hari. 

Itupun dengan kadar 50 persen lebih rendah dari biasanya sebelum saya meminum ramuan ini. 

Serangan perut melilit hari itu dipicu makanan. Yah, saya makan nastar 4 biji saking enaknya. Saya lupa kalau nastar mengandung susu.

Perut yang sudah mulai bersahat ini sebuah anugrah Allah Ta’ala. Seperti yang saya pernah tulis sebelumnya, saya  divonis menderita IBS. Penyakit ini bukan disebabkan oleh virus, namun menyita 80 persen waktu produktivitasku. Hampir 3 tahun, saban hari serangan sakit perut yang luar biasa bisa menyerangku.


Bahkan, setahun yang lalu saya malah lebih sering merasa mengantuk karena kehabisan tenaga. Perut melilit tak kenal waktu, hampir 24 jam menyerang dengan rasa sakit luar biasa. Kalaupun reda, saya sudah kehabisan tenaga dan hanya bisa tertidur sepanjang waktu. 
Menulis? Mana bisa!

Selain makanan, terpapar kipas angin juga bisa memicu perut saya sakit. Jadi, memakai kipas angin harus saya coret dari daftar aktivitasku. Namun, alhamdulillah, kini sudah sedikit bersahat. Meski tetap saya batasi, karena saya tahu berbahaya jika harus terpapar kipas angin secara langsung dalam jangka waktu yang lama.

Kini, minum ramuan kunyit masih saya teruskan dan rencananya akan saya lakukan hingga setahun. Meski, saya harus repot mengupas, memarut dan segala proses lainnya untuk menghasilkan racikan kunyit itu. 

Oh iya, kini saya mengambil alih pembuatan ramuan kunyit itu, saya tak mau terus-menerus merepotkan ibu saya.  Saya hampir menikmatinya sekarang ini, termasuk tangan yang menjadi kuning karena proses itu. Entahlah, saya melihatnya malah keren.

Aneh yah? 
Hehe, mungkin yang tak pernah merasakan menderita IBS, tidak akan tahu rasanya. Bagi saya, tangan saya yang berwarna kuning seperti sebuah perlambang kesembuhan. Itulah mengapa, saya begitu senang melihat kedua tanganku yang berwarna kunging. Bahkan, berhari-hari saya keluar dan bertemu orang-orang yang sering melirik tangan saya heran, saya tak merasa malu dan minder sedikitpun

Semoga, ikhtiar ini semakin menunjukkan kemajuan yang signifikan. Semoga penyakit ini bisa sembuh tuntas, meski divonis dokter tak bisa disembuhkan dan belum ada obatnya. Namun, bukankah semua penyakit ada obatnya? 
Hanya kepadanya-Nya segala do’a dan harapan saya panjatkan. Aamiin.[]






2 komentar:

  1. Setelah posting link tantangan, mulai baca blog-blog di list sebelumnya, ternyata disini pun membahas kuning heheh, nice share ukhty, saya pun minum kunyuit u/pencernaan, back to nature yaa #semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhee, iya... afwan baru balas. Ini baru agak sehat :)

      Kunyit memang punya kasiat yang sangat banyak

      Hapus