Kamis, 07 April 2016

Manusia Tanpa Tuhan


Jika pada hari ini muncul orang-orang yang tidak percaya adanya Tuhan, artinya sejarah berulang lagi. Jauh sebelumnya, orang-orang yang lebih tenar dan lebih jenius, sudah berusaha mencoba ‘mengusir’ Tuhan dari hidupnya. Namun, jangankan berhasil ‘menyingkirkan’ Tuhan, mereka malah bernasib tragis.

Sebut saja Friedrich Nietzsche, seorang filsuf Jerman yang terkenal dengan ucapannya: Tuhan telah mati! Nietsche yang mengajar etika berbela rasa, ternyata tak bisa beradaptasi dengan manusia dan menjadi penyendiri. Nietsche hanya berkomunikasi dengan anjing pudelnya dan akhirnya gila. Kenyataan hidup Nietsche sangat jauh dari teori ‘manusia super’ yang diusungnya.

Chermenko seorang pemimpin negara soviet yang menganut paham komunis, saat-saat sekarat malah meminta dipanggilkan pendeta. Terbukti bahwa negara komunis sekalipun butuh Tuhan.

Ada Karl Marx yang menyebut agama itu adalah candu bahkan benalu. Dipuja-puja banyak kaum muda, Karl Max justru tak bisa mengatur hidupnya sendiri: mabuk-mabukan, tempramen serta perokok berat. Ia sangat jarang ke kamar mandi untuk membersihkan diri, meski sekedar mencuci muka. Bahkan untuk duduk di kamarnya kotor dan diselimuti debu adalah pekerjaan yang menjijikkan.

Lord William Pirrie, sang perancang Titanic, sesumbar menjawab, 
“Tuhan pun tidak akan bisa menenggelamkannya…”, saat ditanya reporter seberapa aman kapal Titanic. Dan, kita semua tahu bagaimana nasib kapal itu.

Atau artis Marilyn Monroe yang mengatakan pada Billy Graham ”Maaf, aku tidak memerlukan Tuhanmu.” Seminggu kemudian, Marilyn ditemukan tewas di apartemennya. Dan, masih banyak lagi contoh kasus lainnya.

Dari sudah pandang Islam, menafikkan Tuhan sebenarnya sama saja dengan membohongi hati nurani, melawan kodrat. Bertuhan adalah fitrah manusia. Lihat firman Allah Ta’ala di surah Al-A’raf 172:

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Dan, namanya fitrah tentu akan inherent atau melekat pada jiwa manusia. Jadi coba pikirkan sesuatu yang sudah menjadi fitrah, bagaimana hasilnya jika coba pikirkan disingkirkan? Tentu saja bakalan sakit sendiri.[]


Pernah dimuat di :
https://www.islampos.com/jika-manusia-tanpa-tuhan-208885/
Edisi : Selasa 17 Zulkaedah 1436 / 1 September 2015 06:20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar