Senin, 21 September 2015

Kepercayaan Bukan Berarti Tanpa Pengawasan

KARENA saya bukan pakar komunikasi, saya meng-istilahkan secara sederhana saja: banyak pengguna internet yang terjangkit syndrom shockteknologi. Kaget berhadapan dengan cara-cara berkomunikasi dan bergaul yang semakin mudah.

Terkadang di dunia nyata kita kikuk dan enggan menyapa seseorang, terlebih lawan jenis. Apatah lagi, bagi yang sudah ngaji. Namun di dunia maya yang terjadi sebaliknya. Interaksi dengan lawan jenis sungguh sangat bebas dan gampang. Entah terang-terangan ataupun interaksi yang bersifat privat.

Padahal seyogianya kita tak boleh lupa, kemudahan teknologi punya sisi baik dan buruk. Dan, semua yang aktif menggunakan internet rentan terkena sisi negatif kemajuan berinternet. Bukan cuman bisa memanfaatkan sisi positif saja.




Saya pernah membaca sebuah artikel, yang isinya membahas tentang hubungan suami dan istri. Pesannya kurang lebih seperti ini: “kepercayaan bukan berarti tanpa pengawasan.

Jadi, sepercaya apapun kita pada suami, istri atau anak-anak, pengawasan melekat tetap perlu dilakukan. Jangan ada rahasia dalam gadget antara suami dan istri atau antara orang tua dan anak-anak. Ungkapan satir seorang kartunis Peter Steiner, barangkali bisa memberi kita sedikit gambaran ketidakjelasan pergaulan di internet,
“Di internet tak seorang pun tahu kamu adalah seekor anjing”
Jadi, kita tidak bisa benar-benar memastikan siapa yang berada di balik layar gadget/laptop yang menulis pesan, koment, atau email untuk kita. Maka, berinternetlah secara bijaksana. Ingat, di dunia nyata kita punya tanggung jawab terhadap orang-orang terdekat! Terlebih bagi mereka yang telah berkeluarga.
Bagi seorang istri, suami dan keluarga prioritas utama dalam hidupnya. Sedang untuk suami, istri dan keluarga amanah yang harus dipertanggungjawabkannya. Jangan biarkan dunia maya menyita peran itu. Terus menanamkan dalam hati bahwa Allah tak pernah tidur ; senantiasa mengawasi gerak-gerik kita.
Dan, jangan lupa senantiasa berdo’a meminta pertongan pada-Nya, agar senantiasa terhindar dari hal-hal yang tak diingkan. []

dimuat di :
https://www.islampos.com/kepercayaan-bukan-berarti-tanpa-pengawasan-206202/
Jumat 6 Zulkaedah 1436 / 21 Agustus 2015 20:40


1 komentar:

  1. Setuju, pengawasan tetep harus ada ya mba :)

    Yuk, mampir juga di blog http://emakpintar.com/

    BalasHapus