Senin, 21 September 2015

Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah


MALAM ini hujan belum turun juga. Sepi. Tak ada suara atap yang tertimpa batang-batang hujan. Langit tampak datar. Gelap, menangkup dunia di bawahnya. Langit tak berawan, satu dua bintang ada di sana.

Meski tanpa hujan, malam tenang seperti ini, satu nikmat diantara nikmat-nikmat lain yang akan selalu gagal kau hitung. Maka banyak-banyaklah bersyukur. Kasur empuk. Selimut hangat. Minyak kayu putih. Kesehatan prima. Nikmat iman. Rasa syukur yang tak putus. Doa-doa yang selalu terucap.

Sungguh, hanya Dia harapan dan tempat sandaran. Pemilik hidup dan mati. Penguasa bumi dan langit. Semua pengamatan manusia hanya pemberianNya. Bahkan kenyataan yang akan terjadi semenit berikutnya sebiji zarah pun tak kita ketahui.

Dan, takdir bagaikan sebuah desain yang rumit. Berjalin-jalin seolah rangkaian kebetulan. Membawa satu kejadian pada kejadian lain, dengan akhir memuncak tak terduga. Tak ada yang bisa menyana masa depan. 
Mungkin hidup tak berjalan sesuai rencana kita, namun berjalan sesuai rencana Allah. Alhamdulillah. Lalu mengapa harus menyerah? Berputus dari rahmat-Nya? Apakah ada alasan untuk berhenti berharap? Sedang Allah dan Rasul-Nya melarang kita berputus asa.

 وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.(QS. Yusuf: 87) 

pernah di muat di : https://www.islampos.com/jangan-berputus-asa-dari-rahmat-allah-202778/
Sabtu 22 Syawal 1436 / 8 Agustus 2015 23:55


Tidak ada komentar:

Posting Komentar