Sabtu, 27 Juni 2015

Mandi, Perang Salib, dan Tentara Mongol

PergiI mandi, salah satu cara ampuh membuat otak fresh. Meluruhkan berbagai bau-bauan yang saling campur aduk. Di kamar mandi sambil menggosok gigi mengingat banyak hal sambil senyum-senyum sendiri.
Lalu, mengguyurkan air di kepala. Mencuci rambut bersih-bersih. Bersampo wangi aroma buah. Entah buah apa. Namun baunya membuat senang. Hingga tak habisnya menciumi rambut sendiri.
Bisa mandi dengan air bersih, itu nikmat. Harus banyak-banyak bersyukur. Tak semua manusia di belahan bumi ini, gampang memperoleh air bersih.

Tahu tentang mandi juga harus banyak-banyak bersyukur. Sebab, dulu saat Eropa abad pertengahan mandi pernah dianggap kegiatan yang membahayakan.

Ada sebuah satu fakta menarik tentang mandi: Bau badan tentara mongol kelewat menyegat. Bau badan mereka tercium berkilo-kilo meter. Orang Mongol memuja Dewa Air, sangat tabu bagi mereka untuk mempergunakan air. Lagi pula, mereka tak pernah diajarkan mandi.

Barangkali, jika perang salib tak kelamaan, orang Kristen tak akan pernah belajar mandi dan merias dari kaum muslim. Itu kata David Attenbrough, dalam bukunya ” The First Eden”. []\

Tulisan ini pernah dimuat di :
https://www.islampos.com/mandi-perang-salib-dan-tentara-mongol-112716/
Kamis 29 Rejab 1435 / 29 Mei 2014 20:30

1 komentar:

  1. Karena Islam iti sangat cinta kebersihan. Dan kebersihan sebagian dari iman

    BalasHapus