Kamis, 11 Juli 2013

Maka Saya Berhijab

Ramadhan kali ini terasa beda. Saya melaksanakan puasa dengan berhijab. Tanpa pernah merencanakan sebelumnya. Rabu, tiga minggu sebelum Ramadhan yang juga dimulai pada hari Rabu, saya berhijab dengan resmi.

Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bakalan ikhlas berhijab. Tanpa sebab apapun dan tendensi apapun. Semua mengalir begitu saja. Barulah saya sedikit mengerti inilah mungkin namanya ikhlas. Saya berhijab semata-mata hati saya ingin melaksanakan perintah Tuhanku.

Dan, ini di luar rencana saya yang ingin berhijab nanti setelah menikah. Karena saya pikir setelah menikah itulah waktu yang tepat. Nyatanya? Sebab, hati milik Allah kita tidak akan pernah tahu kapan hati kita dibolak balik.

Sebelum berhijab saya sendiri kebingungan. Mulai dari jenis hijab, tempat membelinya, bagaimana memakainya dan lain sebagainya. Dan, finally entah dari mana pengetahuan itu. Saya juga tidak bertanya pada siapapun. Meski sebelumnya saya pernah coba bertanya pada orang-orang yang terlihat keren dengan hijabnya tapi tidak memberikan jawaban yang memuaskan.
Ada tiga orang yang saya tanyai, "Mbak, kelihatan cantik berhijab. Aku boleh belajar?"
Yang pertama menjawab dari buku dan majalah. Tanpa penjelasan lebih lanjut. Yang kedua dan ketiga tidak menggubris.

Saya kemudian beralih ke toko buku dan mencari referensi berhijab. Hasilnya? Saya tak menemukan yang sesuai dengan keinginan saya. Saya butuh yang sar'i, sederhana, simple, eye cathing, dan paling penting bisa mengakomodir kebutuhan kesehatan saya. Saya ada kelainan saraf, sehingga saya tidak bisa menggunakan hijab ketat di leher.

Benarlah adanya bahwa niat baik selalu ada jalannya. Meski awalnya ada rintangan. Seperti tiba-tiba kere' sehingga tidak punya dana membeli hijab.

Tapi alhamdulillah, akhirnya semua berjalan lancar. Meski saya baru memiliki beberapa potong jilbab dan pakaian yang perlu dimix and macth kan. Tepat 3 minggu sebelum Ramadhan, saya berhijab. Subhanallah, berhijab membuat semuanya lebih baik. Niat saya awalnya cuman berhijab, namun ternyata banyak hal baik yang mengikutinya.

Ramadhan kali ini sungguh berbeda dari sebelumnya. Saya seperti baru kali ini melaksanakan ibadah puasa. Terima kasih Ya Allah, atas hidayahMu.

6 komentar:

  1. Alhamdulillah.. Semoga selalu dan semakin istiqomah yaaa mbak.. Hidayah dulu datang pada saya juga di bulan Ramadhan.. sungguh memang bulan yang indah dan slalu dirindukan :)

    BalasHapus
  2. Aamiin, aku belum ramadhan mbak... cuman kayaknya efek dari ramadhan kemaren hehehe... Iya. Semoga kita bisa menjadi Muslim yang lebih baik

    BalasHapus
  3. alhamdulillah..sebuah perjalanan keimanan yang akan terkenang sepanjang hidup..Semoga tetap istiqomah mb Umma n menuju ke kehidupan yg lebih diridhoi Allah..aamiin

    BalasHapus
  4. subhanalloh. kirain mbak udah lama pake jilbabnya. mbak, ngeblog lagi dong.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus