Kamis, 02 November 2017

Stop Begadang!



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan". [Ar Rum: 23]


Meski sudah beberapa kali membaca soal bahaya begadang, namun saat membaca kembali bahaya begadang di sebuah situs kesehatan, membuat saya jadi bergidik ngeri. Betapa tidak, saya pribadi seringkali akhirnya kebablasan tidur larut karena berbagai alasan : dikejar deadline, kerjaan menumpuk, sekedar chit chat dengan teman atau bahkan kadang menonton kajian hingga larut. Padahal begadang rutin dan konsisten memberi andil memperburuk kesehatan, termasuk organ otak.

Senin, 24 April 2017

Membasmi Jerawat Dengan Cara Yang Mudah dan Murah (PART I)

Jerawat.  
Apa yang ada di benakmu bila mendengar kata jerawat? Entah dengan kalian, tapi bagi aku, jerawat merupakan masalah lama yang cukup mengganggu. Bagaimana tidak, sejak masuk usia pubertas, jerawat dengan setia terus mengikutiku hingga masuk usia dewasa seperti  sekarang ini. Di mana seharusnya, jerawat bukan lagi menjadi masalah, tetapi bagiku tetap sebuah masalah.


Siklus jerawat di wajahku seolah tak ada habisnya. Dimulai sebelum masa menstruasi tiba, jerawat mulai muncul beberapa biji di pipi, dagu atau jidat. Namun, sampai masa menstrusi selesai jerawat belum juga sembuh, terus saja meradang  sekian lama. Dan, ketika jerawat sudah mengempis, masa menstrusi telah dekat, jerawat muncul lagi. Begitu seterusnya, seperti lingkaran setan yang tak ada habisnya.

Yang semakin membuat gusar adalah, bekas jerawat yang sulit hilang. Mungkin karena kondisi kulitku yang gampang sekali bernoda, namun susah hilang. 

Minggu, 12 Februari 2017

Saya Bahagia Setiap Melihat Tanganku Yang Berwarna Kuning

Februari ini, terhitung bulan ketiga saya mengkonsumsi ramuan air perasan kunyit parut. 

Alhamdulillah, so far perut saya sudah jauh lebih baik. Bulan Januari kemarin, saya hanya kena serangan sekali selama dua hari. 

Itupun dengan kadar 50 persen lebih rendah dari biasanya sebelum saya meminum ramuan ini. 

Serangan perut melilit hari itu dipicu makanan. Yah, saya makan nastar 4 biji saking enaknya. Saya lupa kalau nastar mengandung susu.

Perut yang sudah mulai bersahat ini sebuah anugrah Allah Ta’ala. Seperti yang saya pernah tulis sebelumnya, saya  divonis menderita IBS. Penyakit ini bukan disebabkan oleh virus, namun menyita 80 persen waktu produktivitasku. Hampir 3 tahun, saban hari serangan sakit perut yang luar biasa bisa menyerangku.